Sabtu, 27 April 2013
Senin, 26 Maret 2012
Selasa, 20 Maret 2012
Penyearah setengah gelombang
dioda semikonduktor banyak di gunakan sebagai penyearah.penyearah yang paling sederhana adalah penyearah setengah gelombang,yaitu yang terdiri dari sebuah dioda.melihat dari namanya , maka hanya setengah gelombang saja yang akan di searahkan.gambar 28 menunjukan rangkaian penyearah gelombang mendapatkan masukan dari sekunder trafo yang berupa sinyal AC yang berbentuk sinus,Vi=Vm sin>t ( gambar 28 ) .Dari persamaan tersebut , Vm merupakan tegangan maksimum . Harga Vm ini hanya bisa di ukur dalam CRO yakni degan melihat langsungpada gelombangnya . sedangkan pada umumnya harga yang tercantum pada sekunder trafo adalah tegangan efektif. hubungan antara tegangan puncap Vm dengan tegangan efektif(veff) atau tegangan rms (vrms)adalah :
veff=vrms vm=0,707 vm .
Tegangan (arus ) efektif atau rms ( root mean square ) adalah tegangan ( arus ) yang terukur oleh volt meter ( amper meter ) karna harga Vm pada umumnya jauh lebih besar dari pada v-> ( tegangan cut in dioda ).maka pada pembahasan penyearah ini v-> di abaikan prinsip kerja penyearah setengan gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positif maka dioda dapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (i) pada (c) dari gambar 28.
Selasa, 13 Maret 2012
Transistor merupakan pelalatan yang mempunyai 3 lapis N-P-N dalam tentang operasi arus kolektor IC merupakan pungsi dari basis IB memberikan perubahan yang di perkuat pada arus kolektor untuk tegangan emitor kolektor Vce yang di berikan perbandingan ke dua arus ini di dalam orde 15-100
Pada umumny a transistor berpungsi sebagai suatu switing (kontak on-off)adapun kerja transisitor yang bekerja sebagai switing ini ,selelu berada pada daerah jenuh(satuan)dan daerah cut off transistor dapat bekerja pada daerah jenuh dan daerah cut off nya dan cara melakukan pengaturan tegangan Vb rangkaian pada basisnya (tahanan Rb )dan juga tahanan beban nya ( R1)untuk mendapatkan on off yang bergantian dengan prode tertentu ,dapat di lakukan dengan memberikan tegangan Vb yang berupa pulsa.
apabila Vb =0,maka transistor off (cut off )sedangkan Vb =V1 dan dengan mengatur Rb dan R1 sedemikian rupa sehingga menghasilkan arus 1B yang akakn menyebab kan dalam keadaan jenuh .
Pada umumny a transistor berpungsi sebagai suatu switing (kontak on-off)adapun kerja transisitor yang bekerja sebagai switing ini ,selelu berada pada daerah jenuh(satuan)dan daerah cut off transistor dapat bekerja pada daerah jenuh dan daerah cut off nya dan cara melakukan pengaturan tegangan Vb rangkaian pada basisnya (tahanan Rb )dan juga tahanan beban nya ( R1)untuk mendapatkan on off yang bergantian dengan prode tertentu ,dapat di lakukan dengan memberikan tegangan Vb yang berupa pulsa.
apabila Vb =0,maka transistor off (cut off )sedangkan Vb =V1 dan dengan mengatur Rb dan R1 sedemikian rupa sehingga menghasilkan arus 1B yang akakn menyebab kan dalam keadaan jenuh .
Selasa, 06 Maret 2012
Kondensator
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore),
berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik
yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara
yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.
- Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
- Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.
Semikonduktor
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insulator dan konduktor. Semikonduktor disebut juga sebagai bahan setengah penghantar listrik. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide.
Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor elektron).
Untuk informasi bagaimana semikonduktor digunakan sebagai alat elektronik, lihat alat semi
Doping sejumlah besar ke semikonduktor dapat meningkatkan konduktivitasnya dengan faktor lebih besar dari satu milyar.[rujukan?] Dalam sirkuit terpadu modern, misalnya, polycrystalline silicon didop-berat seringkali digunakan sebagai pengganti logam.
Karena diperlukannya tingkat kemurnian kimia dan kesempurnaan struktur kristal untuk membuat perangkat semikonduktor, metode khusus telah dikembangkan untuk memproduksi bahan semikonduktor awal. Sebuah teknik untuk mencapai kemurnian tinggi termasuk pertumbuhan kristal menggunakan proses Czochralski. Langkah tambahan yang dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kemurnian dikenal sebagai perbaikan zona. Dalam perbaikan zona, sebagian dari kristal padat dicairkan. Impuritas cenderung berkonsentrasi di daerah yang dicairkan, sedangkan material yang diinginkan mengkristal kembali sehingga menghasilkan bahan lebih murni dan kristal dengan lebih sedikit kesalahan.
Dalam pembuatan perangkat semikonduktor yang melibatkan heterojunction antara bahan-bahan semikonduktor yang berbeda, konstanta kisi, yaitu panjang dari struktur kristal yang berulang, penting untuk menentukan kompatibilitas antar bahan.
konduktor.
Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor elektron).
Untuk informasi bagaimana semikonduktor digunakan sebagai alat elektronik, lihat alat semi
Doping Semikonduktor
Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopan.Doping sejumlah besar ke semikonduktor dapat meningkatkan konduktivitasnya dengan faktor lebih besar dari satu milyar.[rujukan?] Dalam sirkuit terpadu modern, misalnya, polycrystalline silicon didop-berat seringkali digunakan sebagai pengganti logam.
Persiapan bahan semikonduktor
Semikonduktor dengan properti elektronik yang dapat diprediksi dan handal diperlukan untuk produksi massa. Tingkat kemurnian kimia yang diperlukan sangat tinggi karena adanya ketidaksempurnaan, bahkan dalam proporsi sangat kecil dapat memiliki efek besar pada properti dari material. Kristal dengan tingkat kesempurnaan yang tinggi juga diperlukan, karena kesalahan dalam struktur kristal (seperti dislokasi, kembaran, dan retak tumpukan) mengganggu properti semikonduktivitas dari material. Retakan kristal merupakan penyebab utama rusaknya perangkat semikonduktor. Semakin besar kristal, semakin sulit mencapai kesempurnaan yang diperlukan. Proses produksi massa saat ini menggunakan ingot (bahan dasar) kristal dengan diameter antara empat hingga dua belas inci (300 mm) yang ditumbuhkan sebagai silinder kemudian diiris menjadi wafer.Karena diperlukannya tingkat kemurnian kimia dan kesempurnaan struktur kristal untuk membuat perangkat semikonduktor, metode khusus telah dikembangkan untuk memproduksi bahan semikonduktor awal. Sebuah teknik untuk mencapai kemurnian tinggi termasuk pertumbuhan kristal menggunakan proses Czochralski. Langkah tambahan yang dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kemurnian dikenal sebagai perbaikan zona. Dalam perbaikan zona, sebagian dari kristal padat dicairkan. Impuritas cenderung berkonsentrasi di daerah yang dicairkan, sedangkan material yang diinginkan mengkristal kembali sehingga menghasilkan bahan lebih murni dan kristal dengan lebih sedikit kesalahan.
Dalam pembuatan perangkat semikonduktor yang melibatkan heterojunction antara bahan-bahan semikonduktor yang berbeda, konstanta kisi, yaitu panjang dari struktur kristal yang berulang, penting untuk menentukan kompatibilitas antar bahan.
konduktor.
Isolator listrik
Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya
terikat kuat pada atom-atomnya. Bahan-bahan ini dipergunakan dalam
alat-alat elektronika sebagai isolator, atau penghambat mengalirnya arus
listrik. Isolator berguna pula sebagai penopang beban atau pemisah
antara konduktor
tanpa membuat adanya arus mengalir ke luar atau atara konduktor.
Istilah ini juga dipergunakan untuk menamai alat yang digunakan untuk
menyangga kabel transmisi listrik pada tiang listrik.
Beberapa bahan, seperti kaca, kertas, atau Teflon merupakan bahan isolator yang sangat bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. Bahan-bahan ini dipilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah dibentuk / diproses sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah (ratusan, mungkin ribuan volt).
Beberapa bahan, seperti kaca, kertas, atau Teflon merupakan bahan isolator yang sangat bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. Bahan-bahan ini dipilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah dibentuk / diproses sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah (ratusan, mungkin ribuan volt).
Langganan:
Postingan (Atom)

